PANGKALPINANG, Portal
Taman Bukit Baru di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menjadi lokasi ngabuburit yang diminati warga selama Ramadhan tahun ini.
Pasalnya, taman bermain ramah anak tersebut telah dilengkapi kolam air mancur serta perahu mini di dalamnya.
Pengunjung pun merasa betah, karena didukung suasana yang rimbun pepohonan dan bisa diakses secara gratis.
Penjaga kolam bernama Buoy mengatakan, pengunjung taman meningkat sejak dibukanya kolam air mancur, bahkan selama Ramadhan tetap ramai.
“Pada momen akhir pekan antrean di kolam bisa mencapai ratusan orang,” kata Buoy di Taman Bukit Baru, Senin (2/3/2026).
Buoy menuturkan, saat ini tersedia dua mini boat dan dua kano di kolam air mancur.
Para pengunjung bisa menggunakannya bersama anggota keluarga masing-masing secara bergantian.
“Satu putaran kira-kira sepuluh menit, kembali lagi ke sini untuk pengunjung lainnya,” ujar Buoy.
Khusus untuk mini boat bisa memuat sebanyak empat orang dengan cara dikayuh menggunakan pedal seperti sepeda.
Sementara kano bisa memuat dua orang, namun hanya dikhususkan bagi pengunjung yang sudah terbiasa dengan olahraga air.
“Kano mengutamakan keseimbangan, jadi disarankan bagi yang sudah terbiasa olahraga,” jelas Buoy.
Pengenalan flora dan fauna
Selain mini boat dan kano yang hilir mudik, suasana kolam terasa lebih hidup dengan beragam ikan koi dan ikan mas di dalamnya.
Pengunjung yang tidak ingin bermain perahu pun, bisa memberi pakan ikan atau sekadar berfoto mengabadikan suasana.
Menariknya, tak jauh dari kolam juga dibangun sangkar besar yang menampung berbagai jenis burung.
Alhasil, pengunjung yang datang membawa anak-anaknya bisa sekaligus mengedukasi tentang flora dan fauna yang ada di Taman Bukit Baru.
Alhasil tanpa terasa waktu berbuka puasa segera tiba.
Bagi yang merasa penasaran, Taman Bukit Baru dibuka setiap hari dan khusus layanan kolam air mancur libur setiap hari Jumat. Taman ini merupakan warisan Belanda yang menyatu dengan kompleks perumahan karyawan timah yang dulu perusahaannya bernama Bangka Tin Winning Bedrijft.
Selain kompleks taman, juga ada menara air atau water toren bertahun 1932 yang masih berdiri megah dan menjadi cagar budaya.
Karena erat kaitannya dengan tambang, maka hingga kini pengelolaannya ditanggung PT Timah Persero sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkelanjutan.
Pengunjung bernama Ratna mengaku senang mengunjungi taman karena akses yang dekat pusat kota serta fasilitas yang semakin lengkap.
“Dulunya hanya pohon ruang terbuka hijau dan lintasan joging, sekarang ada kolam air mancur ditambah alat-alat olahraga sangat bermanfaat,” ucap Ratna.





