Jaga Kekhusyukan Ramadhan, Kapolres Bangka Barat Imbau Warga Jauhi Perang Sarung dan Balap Liar

oleh
oleh

MENTOK. Portal

Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum.

Pesan tersebut disampaikan secara langsung dalam kegiatan kultum dan penyampaian pesan Kamtibmas di Masjid Baitul Mentok pada Rabu malam (25/2/2026).

​Di hadapan sekitar 200 jamaah yang hadir usai melaksanakan ibadah, AKBP Pradana Aditya menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum emas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketaatan.

Namun, ia menyayangkan jika suasana ibadah yang suci harus ternoda oleh aktivitas negatif yang kerap marak di malam hari.

​“Perang sarung, balap liar, hingga bermain petasan itu bukan tradisi yang membawa kebaikan. Justru aktivitas tersebut membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegas AKBP Pradana Aditya dalam tausiyahnya.

​Peran Penting Orang Tua

​Kapolres juga memberikan perhatian khusus pada peran keluarga dalam memantau pergaulan remaja. Ia meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan yakni selepas shalat Tarawih hingga menjelang waktu Sahur.

​Menurutnya, pengawasan keluarga adalah benteng utama dalam mencegah kenakalan remaja yang sering muncul selama bulan puasa. Di sisi lain, pihak kepolisian saat ini juga tengah menggencarkan Operasi Pekat guna meminimalisir penyakit masyarakat dan potensi gangguan keamanan lainnya di wilayah hukum Bangka Barat.

​Keamanan Mudik dan Partisipasi Masyarakat

​Terkait persiapan arus mudik, Kapolres mengimbau warga Mentok yang berencana pulang kampung untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Ia menjamin bahwa jajaran Bhabinkamtibmas akan meningkatkan intensitas patroli guna memberikan rasa aman bagi warga.

​“Jika ada kejadian menonjol atau gangguan kamtibmas, segera hubungi layanan 110. Kami akan segera menindaklanjuti setiap laporan yang masuk,” ujarnya.

​Ia menambahkan bahwa keamanan wilayah adalah tanggung jawab kolektif. Sebagai contoh, ia mengapresiasi sikap proaktif warga yang beberapa waktu lalu melaporkan temuan benda mencurigakan diduga mortir, sehingga dapat segera diamankan oleh petugas.

​Kegiatan yang berlangsung hangat dan humanis ini berakhir dengan situasi yang aman dan lancar. Melalui pendekatan religius ini, diharapkan situasi di Bangka Barat tetap kondusif sepanjang bulan suci hingga hari raya Idul Fitri mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.