BANGKA, Portalbatavia
Satu unit helikopter polisi dikerahkan untuk mencari delapan nelayan yang hilang saat melaut di utara Pulau Gelasa, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (19/8/2025).
Pada pencarian hari kedua ini, tim SAR gabungan dibagi dalam lima titik penyisiran dengan radius 500 mil laut.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan, Helikopter NBO-105/P-1102 Polda Bangka Belitung bergerak dari markas langsung ke lokasi kejadian.
“Ada lima tim search rescue unit (SRU) yang mengupayakan penyelamatan cepat hari kedua ini,” kata Oka dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Oka menjelaskan, tim berburu dengan waktu di tengan kondisi hujan dan ombak besar.
“Melakukan pencarian dengan metode search patern secara visual dan coverage,” ujar Oka.
Selain kekuatan udara, tim SAR juga mengerahkan kapal besar KN SAR Karna, KN Belut Laut dan kapal Catamaran 501.
“Apabila menemukan korban, akan dilakukan evakuasi ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang,” ucap Oka.
Para nelayan hilang setelah kapal KM Osela yang mereka tumpangi pecah dan karam dihantam ombak pada Jumat (15/8/2025), namun informasi kejadian tersebut baru diketahui pada Senin (18/8/2025) setelah salah satu awak yang juga kapten kapal bernama Hamzah ditemukan selamat.
“Total ada sembilan awak, satu ditemukan selamat mengapung menggunakan gabus dekat bagan nelayan,” ujar Oka.
Pemilik bagan kemudian memberitahukan kejadian itu pada warga desa yang kemudian diteruskan pada tim SAR untuk dilakukan pencarian gabungan.
“Afen menemukan satu orang yang tersangkut di bagan miliknya mengapung dalam kondisi selamat,” ujar Oka.
KM Osela dilaporlan bertolak dari Tanjung Pandan, Belitung menuju perairan utara Pulau Gelasa pada Kamis (14/8/2025).
Keesokan harinya kapal terjebak cuaca buruk yang menyebabkan kapal pecah dan karam.
“Saat kapal mau tenggelam 3 orang menggunakan alat apung seadanya dan 6 orang lainnya menggunakan box fiber, hingga saat ini masih 8 orang yang belum diketahui keberadaanya,” ungkap Oka Astawa.





