PANGKALPINANG, PORTAL
Antusiasme masyarakat Kota Pangkalpinang untuk melengkapi kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H terpantau sangat tinggi.
Pada Kamis (19/3/2026) pagi, ribuan warga memadati kawasan Pasar Pagi, Kepulauan Bangka Belitung, hingga menyebabkan arus lalu lintas di depan pasar ditutup sementara dan dialihkan menjadi kantong parkir.
Kondisi pasar yang berjarak hanya dua kilometer dari Rumah Dinas Wali Kota ini nampak sangat padat hingga pukul 09.00 WIB.
“Padat merayap, bahkan untuk jalan kaki pun susah masuk pasar,” ujar Esa, salah satu pengunjung yang mengaku terkejut karena pasar masih sangat ramai meski biasanya mulai sepi pada H-1 lebaran.
Menurutnya, warga tetap memilih Pasar Pagi karena pilihan kebutuhan pokok hingga kue lebaran yang sangat beragam.
Animo belanja yang tinggi ini tetap bertahan meskipun terjadi kenaikan harga komoditas pangan yang cukup signifikan. Saat ini, harga daging sapi yang biasanya dibanderol Rp 110.000 per kilogram melonjak menjadi Rp 150.000 per kilogram.
Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas laut dan bumbu dapur; harga cumi naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram, sementara cabai rawit lokal melonjak tajam dari Rp 70.000 ke angka Rp 100.000 per kilogram.
Selain itu, harga cabai merah keriting yang biasanya Rp 40.000 kini menyentuh Rp 55.000 per kilogram, sedangkan bawang merah terpantau masih berfluktuasi di kisaran Rp 40.000 per kilogram.
Firman, salah satu pedagang sembako, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen yang drastis, sementara pedagang hanya mengandalkan stok yang sudah ada sejak beberapa hari lalu.
Keriuhan ini turut membawa berkah bagi para juru parkir di kawasan tersebut. Andi, salah satu petugas parkir, menyebutkan bahwa lonjakan kendaraan sudah terjadi sejak lima hari terakhir hingga meluber ke badan jalan.
Kondisi ini membuktikan bahwa semangat warga untuk berbelanja tidak surut, meski terdapat potensi perbedaan jadwal lebaran antara ketetapan Muhammadiyah pada 20 Maret 2026 dan hasil sidang isbat pemerintah yang masih dinantikan warga.





