Pangkalpinang, Portal
Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, berangsur normal, Minggu (8/3/2026).
Warga mulai merasa tenang setelah pemerintah dan PT Pertamina gencar menyosialisasikan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga saat ini mencukupi, bahkan telah dilebihkan untuk menyambut momen Lebaran Idul Fitri.
“Pasokan datang setiap hari, jadi tidak perlu khawatir,” kata Tomi, petugas SPBU Kampak, Minggu.
Pantauan awak media, antrean yang beberapa hari sebelumnya mencapai ratusan pengendara dan meluber hingga ke badan jalan, kini hanya tersisa belasan pengendara saja. Antrean pun bisa tertampung di halaman SPBU.
Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU Kampung Opas yang tak lagi dipadati pengendara. Namun di SPBU ini stok BBM subsidi jenis Pertalite terpantau kosong.
Sementara pengendara tetap antusias mengisi BBM non subsidi jenis Pertamax meskipun harganya relatif lebih mahal.
“Yang penting stok BBM di SPBU tersedia,” ujar salah seorang pengendara di SPBU Kampung Opas.
Antrean normal juga terpantau di SPBU Pangkalbalam dan SPBU Selindung. Sebagian pengendara memilih antrean pada pagi hari dengan harapan mendapatkan Pertalite. Mereka meyakini mayoritas warga tetap memilih Pertalite sehingga stoknya cepat habis.
Dalam kondisi antrean SPBU yang mulai normal tersebut, aparat kepolisian masih terlihat berjaga-jaga.
Selain membantu mengatur lalu-lintas, kepolisian memastikan tidak ada pengisian BBM berulang yang dilakukan warga pada hari yang sama.
Dipantau pemda
Sehari sebelumnya, pemerintah daerah dan Pertamina melakukan monitoring SPBU untuk memastikan ketersediaan BBM dan distribusi berjalan lancar.
Pelaksana Harian Kepala SatPol PP Bangka Belitung, Renaldi menyampaikan bahwa pemantauan di SPBU dilakukan sekaligus untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap tenang.
Ia memastikan bahwa hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, pasokan bahan bakar minyak untuk wilayah Bangka Belitung dalam kondisi aman.
“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Persediaan BBM di Babel aman. Jadi, belilah sesuai kebutuhan,” ujar Renaldi.





